KELAHIRAN ILMU ALAMIAH
Diajukan Untuk
Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Mata Kuliah Ilmu Alamiah
Dasar – kelas A –
Semester Ganjil (III) – Program Studi Pendidikan
Guru Raudhatul
Athfal – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam
Negeri Sunan Gunung Djati
Dosen:
H. Yayan Carlian,
M.Pd.
Disusun
oleh :
Alis Siti Nuraeni 1142100004
Fitri Novianti 1142100028
Fitrah Fairus 1142100027
Bandung
2015
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah yang telah
memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah berjudul “KELAHIRAN ILMU ALAMIAH
”. Tanpa pertolongan-Nya mungkin
penulis tidak akan mampu menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam
semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad saw.
Penulisan makalah ini dimaksudkan
untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar pada semester
Ganjil (III) tahun akademik 2015 yang dibimbing oleh Bapak H. Yayan Carlian,
M.Pd.
Penulis menyadari bahwa makalah ini
tidak akan terwujud tanpa adanya
bimbingan, bantuan, dorongan, dan doa’a restu dari berbagai pihak yang tidak
bisa penulis sebutkan satu persatu. Semoga makalah ini bermanfaat bagi banyak
pihak dan juga dapat menambah wawasan ilmu mengenai ilmu tentang.
Bandung,
September 2015
Penulis,
DAFTRAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang......................................................................................... 1-2
B.
Rumusan
Masalah.................................................................................... 2
C.
Tujuan…………………………………………………………………...2
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Lahirnya
Ilmu Alamiah Dasar.................................................................. 2
B. Kriteria ilmiah.......................................................................................... 2
C.
Perkembangan
IPA.................................................................................. 4
D.
Ruang
angkasa......................................................................................... 6
E.
Penerapan
Hasil Penemuan Ipa Dalam Konsep Teknologi...................... 7
BAB III
PENUTUP
Simpulan ................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................
10
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Rasa ingin tahu manusia yang terus berkembang sebagai hasil perkembangan
pola pikir manusia yang terakumulasi dari hasil pengamatan dan pengalaman telah
mendorong manusia untuk melahirkan pendekatan kebenaran yang tidak hanya
mengandalkan kemampuan rasio belaka, dorongan tersebut setidaknya terdiri dari
dua sisi; yakni dorongan pertama adalah dorongan untuk memuaskan diri sendiri
yang sifatnya non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami
tentang hakikat alam semesta dan segala isinya, yang selanjutnya melahirkan
pure science (Ilmu pengetahuan murni). Sementara dorongan yang ke-dua adalah
dorongan yang sifatnya praktis, dimana ilmu pengetahuan dimanfaatkan untuk
meningkatkan tarap hidup yang lebih tinggi, dan selanjutnya disebut dengan Applied
science (Ilmu pengetahuan terapan/teknologi). Kedua dorongan inilah yang memicu
manusia untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru yang menjadi titik awal
lahirnya pengetahuan alamiah modern yang semakin berkembang dari zaman ke
zaman.
B.
RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimana
lahirnya ilmu alamiah dan hakikatnya ?
2. Bagaimana
kriteria ilmiah?
3. Bagaimana
perkembangan ilmu pengetahuan alam ?
C. TUJUAN
1. Untuk
mengetahui lahirnya ikmu alamiah dasar
2. Untuk
mengetahui kriteria ilmiah
3. Untuk
mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan
BAB II
PEMBAHASAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
A.
Lahirnya
Ilmu Alamiah Dasar
Sejak dilahirkan di muka bumi ini, manusia bersentuhan dengan alam.
Persentuhan dengan alam menimbulkan pengalaman. Alam memberikan rangsangan
kepada manusia melalui pancaindera. Jadi, pacaindera merupakan komunikasi antara
alam dengan manusia yang membuahkan pengalaman. Pengalaman itu
saat demi saat bertambah, karena manusia ingin mendapatkan jawaban atas
pertanyaan yang hakiki : Apa, bagaimana, dan mengapa, baik atas kehadirannya di
dunia ini, maupun atas segala benda yang telah mengadakan kontak dengan
dirinya. Manusia secara sadar atau tidak, akan mengadakan reaksi terhadap
rangsangan alam. Pengalaman inilah yang memungkinkan terjadinya pengetahuan,
yakni kumpulan fakta-fakta objek atau the bundle of facts. Kumpulan
fakta itu selalu bertambah selama manusia masih berada di atas bumi dan selalu
mengalihkan fakta-fakta itu dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Pertambahan pengetahuan terjadi atas dua dorongan pokok
a. Dorongan yang bersifat praktis, yakni manusia sebagai makhluk yang
dapat berpikir, berbudi, berperasaan yang selalu berusaha menjadikan hidupnya
lebih aman dan tingkatnya lebih tinggi. Dorongan yang pertama inilah yang pada
saat akhir membuahkan ilmu terapan atau teknologi.
b. Dorongan yang bersifat nonpraktis atau teoretis, yakni manusia
memiliki sifat ingin tahu dan mengerti sebenar-benarnya akan objeknya. Dorongan
inilah yang menumbuhkan pengetahuan yang disebut murni atau pengetahuan.
B.
Kriteria
Ilmiah
Kriteria atau ukuran merupakan faktor
penting untuk menentukan benar tidaknya sesuatu masuk kedalam status tertentu.
Pengetahuan termasuk kategori ilmu jika memenuhi kriteria berikut : secara
berurutan (teratur), berobjek, bermetode, berlaku umum dan besistem. Ilmu
alamiah mempelajari semua alam yang berada disekitar kita.jadi benda-benda alam
itulah objek ilmu alamiah.sesuai dengan tujuan ilmu, ilmu alamiah ingin
memperoleh kebenaran mengenai objeknya.kebenaran yang sedalam-dalamnya yang
hendak dicakup oleh ilmu, karena ilmuwan baru merasa puas jika ilmu yang
diperolehnya sesuai dengan objek.persesuaian antara pengetahuan dengan objek
yang diselidiki itulah yang disebut kebenaran.
Alam sebagai objek penyelidikan
mempunyai aspek yang sangat luas, misalnya aspek fisis, aspek biologis, aspek
psikologis, aspek ekonomis dan sebagainya.oleh sebab itu, dapat dikatakan
mustahil bahwa ilmu dapat mencapai seluruh kebenaran mengenai objeknya.untuk
mencapai kebenaran, yakni adanya persesuaian antara pengetahuan dengan objeknya,
biasanya tidak secara kebetulan, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya
peluang untuk itu. Dengan metode yang tepat, ilmu akan mencapai kebenaran.
Kebenaran yang bersifat umum mengenai suatu objek walaupun hanya salah satu
dari objek, yang akan dicapai dengan metode ilmiah, dengan kebenaran itu telah
dirumuskan perlu diorganisasikan dan diklarifikasikan.
Metode keilmuan berguna untuk
mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu memerlukan pencarian pengetahuan yang
dapat dilakukan secara non ilmiah dan ilmiah dengan mengacu pada kerangka
filsafat.pencarian ilmu pengetahuan ilmiah (metode ilmiah) dilakukan
berdasarkan pemikiran rasional, pengalaman empiris (fakta), maupun referensi
pengalaman sebelumnya. Cara untuk mendapatkannya harus memenuhi persyaratan-persyaratan
sebagai berikut:
1.
Objektif, pengetahuan itu harus sesuai objeknya.
2. Metodik,
pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur
dan terkontrol.
3. Sistimatis,
pengetahuan ilmiah yang tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri,
satu dengan yang lainnya saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga
keseluruhannya merupakan satu kesatuan yang utuh.
4. Berlaku
umum, pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseoramg
atau sekelompok orang, tetapi dengan pengalaman itu diperoleh hasil yang sama
atau konsisten.
Keseluruhan langkah ini harus ditempuh
agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah, lewat metode inilah nantinya akan
melahirkan ilmu-ilmu baru yang menjadi cikal bakal lahirnya ilmu alamiah modern
terutama ilmu pengetahuan alam (ipa).
C.
Perkembangan
Ilmu pengetahuan alam
Pada mulanya manusia percaya mitos yang sekarang dinilai sebagai
pengetahuan semu (pseduo knowledge). Mengapa? Karena mitos tidak pernah
memuaskan maka dicarilah pengetahuan sesungguhnya (pure science). Objek utama
yang dipikirkan manusia adalah alam sehingga lahirlah pengetahuan alam (natural
science).
Ilmu pengetahuan alam terus
berkembang, sementara manusia mencoba menjelasakan mengenai benda-benda dialam
sekelilingnya yang tidak diketahuinya. Astronomi boleh jadi merupakan
pengetahuan tertua, karenaseperti matahari, bulan, bintang yang mudah
disaksikan sangat bersangkut paut denagn kegiatan mereka sehari-hari.peranan
matahari jelas sangat penting dalam kehidupan surutnya lautanbanyak berhubungan
dengan bulan. Sedang pelaut dilautan menarik manfaat mengarungi samudra.
Bahan ilmu pengetahuan sangat banyak
ragamnya, tetapi tetapi para ilmuan menemukan fakta ia akan berudaha
mendefinisikan semacam mungkin dalam dengan melalui pengukuran. Ragam
pengukuran bermacam-macam berdasarkan hasil perolehan fakta yang ia dapatkan.
Ahli astronomi akan membeda-bedakan nbintang yang satu dan bintang yang lainnya
berdasarkan spectrum warnanya. Ahli kimia akan membedakan bahan berdasrkan
titik didih, sifat keasaman. Tetapi ahli fisika akan mendefinisikan dorongan
atau tarikan berdasarkan gaya yang diakibatkannya.
Dalam pengetahuan alam setiap
pengindraan yang dinyatakan menurut sebuah alat ukur, akan diubah menjadi
konsep ilmuan tidak akan lupa menggunakan penalaran induktif yang akan berubah
kepenalaran deduktif. Akan tetapi setelah diadakan eksperimen mulailah ilmuan
menyusun suatu teori dan selanjutnya ia akan menguji teori itu dengan sangat
kritis.
Untuk menemukan ilmu pengetahuan, harus digunakan perpaduan antara
rasionalisme dan empirisme, yang dikenal sebagai metode keilmuan atau
pendekatan ilmiah.
Pengetahuan yang disusun dengan cara pendekatan ilmiah atau metode keilmuan, diperoleh melalui kegiatan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah ini dilaksanakan secara sistematik dan terkontrol berdasarkan atas data-data empiris. Kesimpulan dari penelitian ini dapat menghasilkan suatu teori. Teori ini masih dapat menghasilkan suatu teori dan masih dapat diuji konsistensi serta kemantapannya. Metode keilmuan itu bersifat objektif, bebas dari keyakinan perasaan dan prasangka pribadi serta bersifat terbuka.
Pengetahuan yang disusun dengan cara pendekatan ilmiah atau metode keilmuan, diperoleh melalui kegiatan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah ini dilaksanakan secara sistematik dan terkontrol berdasarkan atas data-data empiris. Kesimpulan dari penelitian ini dapat menghasilkan suatu teori. Teori ini masih dapat menghasilkan suatu teori dan masih dapat diuji konsistensi serta kemantapannya. Metode keilmuan itu bersifat objektif, bebas dari keyakinan perasaan dan prasangka pribadi serta bersifat terbuka.
Jadi, suatu ilmu pengetahuan
dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan bilamana cara memperolehnya
menggunakan metode keilmuan, yaitu gabungan rasionalisme dan emperisme. Secara
lengkap dapat dikatakan bahwa suatu himpunan pengetahuan dapat disebut IPA
bilamana persyaratan berikut: objeknya pengalaman manusia yang berupa gejala-gejala
alam, yang dikumpulkan melalui metode keilmuan serta mempunyai manfaat untuk
kesejahteraan manusia.
Kapan ilmu pengetahuan (sains)
lahir ? secara waktu mungkin sulit untuk ditetapkan tetapi yang jelas sesuatu
dinyatakan pengetahuan sains adalah apabila pendekatan kebenaran tertumpu pada
rational approach and empiric approach yakni kebenaran yang secara rasional
dapat dimengerti dan difahami serta dibuktikan secara fakta dan menggunakan
peralatan ilmiah.
Kerangka pemikiran semacam ini dinamakan pemikiran
dengan metode ilmiah
KERANGKA PEMIKIRAN
A. Pengajuan Masalah :
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
B. Penyusunan Kerangka Teoritis dan Pengajuan Hipotesis :
- Pengkajian teori yang digunakan
- Pembahasan penelitian yang relevan
- Penyusunan kerangka berpikir
- Penyusunan hipotesis
C. Metodelogi Penelitian :
- Tujuan penelitian
- Tempat/waktu penelitian
- Metode penelitian
- Teknik pengambilan data
- Teknik pengumpulan data
- Teknik analisa data
D. Hasil Penelitian :
- Variabel
- Teknik analisis
- Kesimpulan analisis data
- Penafsiran kesimpulan analisis data
- Kesimpulan penguji analisis
E. Ringkasan dan Kesimpulan
- Deskripsi singkat mengenai masalah hipotesis metodelogi dan hasil penelitian
- Kesimpulan penelitian yang merupakan intensif dan seluruh aspek tersebut di atas
- Pembahasan hasil penelitian dengan membandingkan penelitian lain
- Pengkajian inspeksi penelitian
- Saran-saran
A. Pengajuan Masalah :
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
B. Penyusunan Kerangka Teoritis dan Pengajuan Hipotesis :
- Pengkajian teori yang digunakan
- Pembahasan penelitian yang relevan
- Penyusunan kerangka berpikir
- Penyusunan hipotesis
C. Metodelogi Penelitian :
- Tujuan penelitian
- Tempat/waktu penelitian
- Metode penelitian
- Teknik pengambilan data
- Teknik pengumpulan data
- Teknik analisa data
D. Hasil Penelitian :
- Variabel
- Teknik analisis
- Kesimpulan analisis data
- Penafsiran kesimpulan analisis data
- Kesimpulan penguji analisis
E. Ringkasan dan Kesimpulan
- Deskripsi singkat mengenai masalah hipotesis metodelogi dan hasil penelitian
- Kesimpulan penelitian yang merupakan intensif dan seluruh aspek tersebut di atas
- Pembahasan hasil penelitian dengan membandingkan penelitian lain
- Pengkajian inspeksi penelitian
- Saran-saran
D.
Ruang
angkasa
Dengan
berhasilnya misi Telstar I, banyak Negara yang ingin meluncurkan satelit.
Termasuk Indonesia dengan satelit palapa yang merupakan satelit kominikasi
sistem domestic(SKSD) yang meresmikan penggunaanya pada hari proklamasi 17
agustus 1976 oleh Ditjen Parumtel. SKSD merupakan proyek yang menguntungkan
menurut analisis ekonomi, tetapi lebih dari itu merupakan pemersatu seluruh
wilayan Indonesia. Pada tahun 1975 Viking I dan II menemukan petujuk bahwa di
mars terdapat bnyak air, kabut Kristal es, adanya kegiatan Vulkanis tanpa
memperlihatkan tanda yang jelas dari kehidupan. Viking I mengambil tanah Mars
kemudian menganlisisnya.
Analisis I: Tanah Mars dicampur dengan cairan nutrein, ternyata
campuran ini membebaskan oksigen
Analisis II: Dengan pernyataan yang berbeda menyimpulkan bahwa
tanah mars mengandung karbon dioksida
Analilisi III: Tanah mars tidak mengandung senyawa organic yang
merupakan molekul hakiki
Dari kehidupan. Kalau demikian di mars ada
reaksi aneh? Oksigen dan karbon dioksida bukanlah merupakan metabolisme
organisme hidup ?
Pada tahun 1981 pesawat ulang alik Colombia
telah meluncur dengan menggunka roket buster tambahan setelah lepas landas
pesawat ini dapat meninggalkan tanah lebih aman dengan gerakannya tidak
menyentak, sehingga setiap orang dapat menumpanginya. Pesawat Colombia
mempunyai bebrapa keuntungan :
a.
Menghemat,
karena bahan bakar padatnya dapat dipakai berulang-ulanng.
b.
Orbiternya
dapat digunakan sampai 100 kali
c.
Pemeriksaan
peralatan dapat lebih singkat
d.
Mempunyai
ruang muatan, ynag dapat dipergunakan untuk membawa muatan atau
komponen-komponen yang dapat diperlukan untuk reparasi satelit dan dapat
dipakai sebagai tempat eksperimen.
e.
Dapat
tinggal lanmdas seperti kapal terbang, karena dilengkapi dengan sayap delta.
Perawat antariksaulang alik
dirancang untuk melaksanakan pekerjaan. Mengoprasika laboratorium serbaguna
SPACELAB yanbg akan melakukana eksperimen dalam bidang farkomologi samapai
kristalografi dalam keadaan tanpa bobot.
E.
Penerapan
Hasil Penemuan Ipa Dalam Konsep Teknologi
Dimuka telah dibicarakan bahwa ilmu
pengetahuan alam mempunyai peranan penting dalam perkembangan teknologi. Tetapi
dalam berbagai masalah teknologi terdapat yang tidak dijumpai dalam ilmu
pengetahuan alam, yaitu masalah mengambil keputusan. Masalah serupa ini
dijumpai dalam perencanaan-perencanaan atau pembuatan suatu desain. Dalam pengambilan
suatu keputusan, disertakan pula berbagai persyaratan pengambilan keputusan ini
mengandung 4 unsur yaitu :
1.
Model
Model adalah
suatu pengambaran permasalahan secara kuantitatif. Model dapat digunakan
sebagai petunjuk bagi usaha-usaha penelitian atau penyelesaian suatu masalah.
Sering kali model-model matematika dikembangkan untuk mempelajari
perkiraan-perkiraan yang diramalkan atau perubahan-perubahan yang perlu
diperhatikan dalam menilai suatu model.
a.
Pertama
realisme menyangkut seberapa jauh model matematis itu bila diterjemahkan ke
dalam kata-kata, benar-benar sesuai dengan konsep yang diwakilinya.
b. Kedua ketetapan, yakni kemampuan
model itu diramalkan perubahan-perubahan yang bakal terjadi.
c. Ketiga generalitas yakni seberapa
jauh model dapat digunakan dalam situasi berbeda.
2.
Kriteria
Kriteria
adalah persyaratan yang menggambarkan tujuan atau sasaran dalam pengambilan
keputusan. Dalam suatu desain, terdapat sasaran-sasaran yang merupaka tujuan
poko dari desain tersebut. Missal untuk membuat desain pesawat, dipilih daya
angkut yang besar dan kecepatan yang tinggi.
3. Kendala
Kendala
atau pembatasan adalah faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam desain
atau pengambilan keputusan. Missal dalam desain kendaraan angkut, syarat
pencemaran harus sekecil mungkin
4.
Optimasi
Optimasi
adalah mencapai solusi terbaik, bila masalah tersebut telah dirumuskan dalam
bentuk model dengan memperhatikan sarana dan perhitungan kendala. Contoh permasalahan
dimana pendekatan ini digunakan adalah dalam masalah transportasi, industry,
perencanaan dalam desain dan sebagainya.
Manfaat teknologi
bagi kehidupan masyrakat, Hasil teknologi telah merasuk dalam kehidupan manusia
sehari-hari sehingga orang menganggapnya sebagai suatu yang lumrah. Jika dahulu
orang harus menempuh jarak antara jakarta-London dalam waktu beberapa tahun
kini dapat ditempuh dalam waktu 20 jam saja. Sedangkan di bidang energi,
manusia telah dapat memecahkan masalah dengan memanfaatkan cahaya matahari
untuk membangkitkan tenaga listrik secara langsung.
BAB III
KESIMPULAN
Perkembangan pengetahuan sudah
dimulai sejak zaman purba, hal tersebut disebabkan karena manusia memiliki rasa
ingin tahu yang terus berkembang, sehingga pada zaman Yunani manusia sudah
mulai menggunakan metode ilmiah yang tidak hanya mengandalkan rasio semata
tetapi juga harus dengan pengalaman empirik sehingga apa yang mereka dapatkan
dapat dibuktikan dan diterima oleh umum.
Kelahiran ilmu alamiah modern
mungkin saja terjadi pada zaman Yunani, karena pada zaman inilah pendekatan
kebenaran tertumpu pada rational approach and empiric approach, yang
selanjutnya menjadi cikal bakal perkembangan Ilmu Pengetahuan yang pesat pada
zaman modern. Pada
tahun 1925 M laboratorium dasar modern pertama dibangun di Universitas Glessen
oleh Baron Jusius Bon Leibig sehingga sejumlah besar senyawa kimia bernilai
niaga ditemukan dan dasar industry batu bara dan bahan celup dilotakkan.
DAFTAR PUSTAKA
Aly, Abdullah, Eny Rahma, Ilmu Alamiah Dasar, Bumi Aksara, Jakarta: 1994.
Herabudin, Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Putaka setia, Bandung
perkembangan ilmu pengetahuan alam.htm, 05 september 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar