Jumat, 18 Desember 2015

Kelahiran Ilmu Alamiah



KELAHIRAN ILMU ALAMIAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Terstruktur Mata Kuliah Ilmu Alamiah
Dasar – kelas A – Semester Ganjil (III) – Program Studi Pendidikan
Guru Raudhatul Athfal – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati
Dosen:
H. Yayan Carlian, M.Pd.








Disusun oleh :
Alis Siti Nuraeni                                 1142100004
Fitri Novianti                                      1142100028
Fitrah Fairus                                        1142100027

Bandung

2015
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat menyelesaikan makalah berjudul “KELAHIRAN ILMU ALAMIAH
”. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penulis tidak akan mampu menyelesaikannya dengan baik. Shalawat dan salam semoga terlimpah curahkan kepada baginda tercinta kita yakni Nabi Muhammad saw.
Penulisan makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar pada semester Ganjil (III) tahun akademik 2015  yang dibimbing oleh Bapak H. Yayan Carlian, M.Pd.
Penulis menyadari bahwa makalah ini tidak akan terwujud  tanpa adanya bimbingan, bantuan, dorongan, dan doa’a restu dari berbagai pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Semoga makalah ini bermanfaat bagi banyak pihak dan juga dapat menambah wawasan ilmu mengenai ilmu tentang.







Bandung, September 2015


Penulis,


DAFTRAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................................ ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang......................................................................................... 1-2
B.     Rumusan Masalah.................................................................................... 2
C.     Tujuan…………………………………………………………………...2
            BAB II
PEMBAHASAN
A.    Lahirnya Ilmu Alamiah Dasar.................................................................. 2
B.     Kriteria ilmiah.......................................................................................... 2
C.     Perkembangan IPA.................................................................................. 4
D.    Ruang angkasa......................................................................................... 6
E.     Penerapan Hasil Penemuan Ipa Dalam Konsep Teknologi...................... 7
BAB III
PENUTUP
Simpulan ................................................................................................. 9
             DAFTAR PUSTAKA............................................................................................ 10









BAB 1
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Rasa ingin tahu manusia yang terus berkembang sebagai hasil perkembangan pola pikir manusia yang terakumulasi dari hasil pengamatan dan pengalaman telah mendorong manusia untuk melahirkan pendekatan kebenaran yang tidak hanya mengandalkan kemampuan rasio belaka, dorongan tersebut setidaknya terdiri dari dua sisi; yakni dorongan pertama adalah dorongan untuk memuaskan diri sendiri yang sifatnya non praktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami tentang hakikat alam semesta dan segala isinya, yang selanjutnya melahirkan pure science (Ilmu pengetahuan murni). Sementara dorongan yang ke-dua adalah dorongan yang sifatnya praktis, dimana ilmu pengetahuan dimanfaatkan untuk meningkatkan tarap hidup yang lebih tinggi, dan selanjutnya disebut dengan Applied science (Ilmu pengetahuan terapan/teknologi). Kedua dorongan inilah yang memicu manusia untuk menemukan pengetahuan-pengetahuan baru yang menjadi titik awal lahirnya pengetahuan alamiah modern yang semakin berkembang dari zaman ke zaman.

B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana lahirnya ilmu alamiah dan hakikatnya ?
2.      Bagaimana kriteria ilmiah?
3.      Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan alam ?
C.     TUJUAN
1.      Untuk mengetahui lahirnya ikmu alamiah dasar
2.      Untuk mengetahui kriteria ilmiah
3.      Untuk mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan



BAB II
PEMBAHASAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM

A.    Lahirnya Ilmu Alamiah Dasar
Sejak dilahirkan di muka bumi ini, manusia bersentuhan dengan alam. Persentuhan dengan alam menimbulkan pengalaman. Alam memberikan rangsangan kepada manusia melalui pancaindera. Jadi, pacaindera merupakan komunikasi antara alam dengan manusia yang membuahkan pengalaman. Pengalaman itu saat demi saat bertambah, karena manusia ingin mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang hakiki : Apa, bagaimana, dan mengapa, baik atas kehadirannya di dunia ini, maupun atas segala benda yang telah mengadakan kontak dengan dirinya. Manusia secara sadar atau tidak, akan mengadakan reaksi terhadap rangsangan alam. Pengalaman inilah yang memungkinkan terjadinya pengetahuan, yakni kumpulan fakta-fakta objek atau the bundle of facts. Kumpulan fakta itu selalu bertambah selama manusia masih berada di atas bumi dan selalu mengalihkan fakta-fakta itu dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pertambahan pengetahuan terjadi atas dua dorongan pokok
a.       Dorongan yang bersifat praktis, yakni manusia sebagai makhluk yang dapat berpikir, berbudi, berperasaan yang selalu berusaha menjadikan hidupnya lebih aman dan tingkatnya lebih tinggi. Dorongan yang pertama inilah yang pada saat akhir membuahkan ilmu terapan atau teknologi.
b.      Dorongan yang bersifat nonpraktis atau teoretis, yakni manusia memiliki sifat ingin tahu dan mengerti sebenar-benarnya akan objeknya. Dorongan inilah yang menumbuhkan pengetahuan yang disebut murni atau pengetahuan.
B.     Kriteria Ilmiah
Kriteria atau ukuran merupakan faktor penting untuk menentukan benar tidaknya sesuatu masuk kedalam status tertentu. Pengetahuan termasuk kategori ilmu jika memenuhi kriteria berikut : secara berurutan (teratur), berobjek, bermetode, berlaku umum dan besistem. Ilmu alamiah mempelajari semua alam yang berada disekitar kita.jadi benda-benda alam itulah objek ilmu alamiah.sesuai dengan tujuan ilmu, ilmu alamiah ingin memperoleh kebenaran mengenai objeknya.kebenaran yang sedalam-dalamnya yang hendak dicakup oleh ilmu, karena ilmuwan baru merasa puas jika ilmu yang diperolehnya sesuai dengan objek.persesuaian antara pengetahuan dengan objek yang diselidiki itulah yang disebut kebenaran.
Alam sebagai objek penyelidikan mempunyai aspek yang sangat luas, misalnya aspek fisis, aspek biologis, aspek psikologis, aspek ekonomis dan sebagainya.oleh sebab itu, dapat dikatakan mustahil bahwa ilmu dapat mencapai seluruh kebenaran mengenai objeknya.untuk mencapai kebenaran, yakni adanya persesuaian antara pengetahuan dengan objeknya, biasanya tidak secara kebetulan, walaupun tidak menutup kemungkinan adanya peluang untuk itu. Dengan metode yang tepat, ilmu akan mencapai kebenaran. Kebenaran yang bersifat umum mengenai suatu objek walaupun hanya salah satu dari objek, yang akan dicapai dengan metode ilmiah, dengan kebenaran itu telah dirumuskan perlu diorganisasikan dan diklarifikasikan.
Metode keilmuan berguna untuk mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu memerlukan pencarian pengetahuan yang dapat dilakukan secara non ilmiah dan ilmiah dengan mengacu pada kerangka filsafat.pencarian ilmu pengetahuan ilmiah (metode ilmiah) dilakukan berdasarkan pemikiran rasional, pengalaman empiris (fakta), maupun referensi pengalaman sebelumnya. Cara untuk mendapatkannya harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1.      Objektif, pengetahuan itu harus sesuai objeknya.
2.      Metodik, pengetahuan itu diperoleh dengan menggunakan cara-cara tertentu yang teratur dan terkontrol.
3.      Sistimatis, pengetahuan ilmiah yang tersusun dalam suatu sistem, tidak berdiri sendiri, satu dengan yang lainnya saling berkaitan, saling menjelaskan sehingga keseluruhannya merupakan satu kesatuan yang utuh.
4.      Berlaku umum, pengetahuan itu tidak hanya berlaku atau dapat diamati oleh seseoramg atau sekelompok orang, tetapi dengan pengalaman itu diperoleh hasil yang sama atau konsisten.
Keseluruhan langkah ini harus ditempuh agar suatu penelaahan dapat disebut ilmiah, lewat metode inilah nantinya akan melahirkan ilmu-ilmu baru yang menjadi cikal bakal lahirnya ilmu alamiah modern terutama ilmu pengetahuan alam (ipa). 
C.     Perkembangan Ilmu pengetahuan alam
Pada mulanya manusia percaya mitos yang sekarang dinilai sebagai pengetahuan semu (pseduo knowledge). Mengapa? Karena mitos tidak pernah memuaskan maka dicarilah pengetahuan sesungguhnya (pure science). Objek utama yang dipikirkan manusia adalah alam sehingga lahirlah pengetahuan alam (natural science). 
Ilmu pengetahuan alam terus berkembang, sementara manusia mencoba menjelasakan mengenai benda-benda dialam sekelilingnya yang tidak diketahuinya. Astronomi boleh jadi merupakan pengetahuan tertua, karenaseperti matahari, bulan, bintang yang mudah disaksikan sangat bersangkut paut denagn kegiatan mereka sehari-hari.peranan matahari jelas sangat penting dalam kehidupan surutnya lautanbanyak berhubungan dengan bulan. Sedang pelaut dilautan menarik manfaat mengarungi samudra.
Bahan ilmu pengetahuan sangat banyak ragamnya, tetapi tetapi para ilmuan menemukan fakta ia akan berudaha mendefinisikan semacam mungkin dalam dengan melalui pengukuran. Ragam pengukuran bermacam-macam berdasarkan hasil perolehan fakta yang ia dapatkan. Ahli astronomi akan membeda-bedakan nbintang yang satu dan bintang yang lainnya berdasarkan spectrum warnanya. Ahli kimia akan membedakan bahan berdasrkan titik didih, sifat keasaman. Tetapi ahli fisika akan mendefinisikan dorongan atau tarikan berdasarkan gaya yang diakibatkannya.
Dalam pengetahuan alam setiap pengindraan yang dinyatakan menurut sebuah alat ukur, akan diubah menjadi konsep ilmuan tidak akan lupa menggunakan penalaran induktif yang akan berubah kepenalaran deduktif. Akan tetapi setelah diadakan eksperimen mulailah ilmuan menyusun suatu teori dan selanjutnya ia akan menguji teori itu dengan sangat kritis.
Untuk menemukan ilmu pengetahuan, harus digunakan perpaduan antara rasionalisme dan empirisme, yang dikenal sebagai metode keilmuan atau pendekatan ilmiah.
Pengetahuan yang disusun dengan cara pendekatan ilmiah atau metode keilmuan, diperoleh melalui kegiatan penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah ini dilaksanakan secara sistematik dan terkontrol berdasarkan atas data-data empiris.
Kesimpulan dari penelitian ini dapat menghasilkan suatu teori. Teori ini masih dapat menghasilkan suatu teori dan masih dapat diuji konsistensi serta kemantapannya. Metode keilmuan itu bersifat objektif, bebas dari keyakinan perasaan dan prasangka pribadi serta bersifat terbuka.
Jadi, suatu ilmu pengetahuan dapat digolongkan sebagai ilmu pengetahuan bilamana cara memperolehnya menggunakan metode keilmuan, yaitu gabungan rasionalisme dan emperisme. Secara lengkap dapat dikatakan bahwa suatu himpunan pengetahuan dapat disebut IPA bilamana persyaratan berikut: objeknya pengalaman manusia yang berupa gejala-gejala alam, yang dikumpulkan melalui metode keilmuan serta mempunyai manfaat untuk kesejahteraan manusia. 
Kapan ilmu pengetahuan (sains) lahir ? secara waktu mungkin sulit untuk ditetapkan tetapi yang jelas sesuatu dinyatakan pengetahuan sains adalah apabila pendekatan kebenaran tertumpu pada rational approach and empiric approach yakni kebenaran yang secara rasional dapat dimengerti dan difahami serta dibuktikan secara fakta dan menggunakan peralatan ilmiah. 
Kerangka pemikiran semacam ini dinamakan pemikiran dengan metode ilmiah
KERANGKA PEMIKIRAN
A. Pengajuan Masalah :
- Latar Belakang Masalah
- Identifikasi Masalah
- Pembatasan Masalah
- Perumusan Masalah
- Tujuan Penelitian
B. Penyusunan Kerangka Teoritis dan Pengajuan Hipotesis :
- Pengkajian teori yang digunakan
- Pembahasan penelitian yang relevan
- Penyusunan kerangka berpikir
- Penyusunan hipotesis

C. Metodelogi Penelitian :
- Tujuan penelitian
- Tempat/waktu penelitian
- Metode penelitian
- Teknik pengambilan data
- Teknik pengumpulan data
- Teknik analisa data
D. Hasil Penelitian :
- Variabel
- Teknik analisis
- Kesimpulan analisis data
- Penafsiran kesimpulan analisis data
- Kesimpulan penguji analisis
E. Ringkasan dan Kesimpulan
- Deskripsi singkat mengenai masalah hipotesis metodelogi dan hasil penelitian
- Kesimpulan penelitian yang merupakan intensif dan seluruh aspek tersebut di atas
- Pembahasan hasil penelitian dengan membandingkan penelitian lain
- Pengkajian inspeksi penelitian
- Saran-saran
D.    Ruang angkasa
Dengan berhasilnya misi Telstar I, banyak Negara yang ingin meluncurkan satelit. Termasuk Indonesia dengan satelit palapa yang merupakan satelit kominikasi sistem domestic(SKSD) yang meresmikan penggunaanya pada hari proklamasi 17 agustus 1976 oleh Ditjen Parumtel. SKSD merupakan proyek yang menguntungkan menurut analisis ekonomi, tetapi lebih dari itu merupakan pemersatu seluruh wilayan Indonesia. Pada tahun 1975 Viking I dan II menemukan petujuk bahwa di mars terdapat bnyak air, kabut Kristal es, adanya kegiatan Vulkanis tanpa memperlihatkan tanda yang jelas dari kehidupan. Viking I mengambil tanah Mars kemudian menganlisisnya.
Analisis I: Tanah Mars dicampur dengan cairan nutrein, ternyata campuran ini membebaskan oksigen
Analisis II: Dengan pernyataan yang berbeda menyimpulkan bahwa tanah mars mengandung karbon dioksida
Analilisi III: Tanah mars tidak mengandung senyawa organic yang merupakan molekul hakiki
Dari kehidupan. Kalau demikian di mars ada reaksi aneh? Oksigen dan karbon dioksida bukanlah merupakan metabolisme organisme hidup ?
Pada tahun 1981 pesawat ulang alik Colombia telah meluncur dengan menggunka roket buster tambahan setelah lepas landas pesawat ini dapat meninggalkan tanah lebih aman dengan gerakannya tidak menyentak, sehingga setiap orang dapat menumpanginya. Pesawat Colombia mempunyai bebrapa keuntungan :
a.       Menghemat, karena bahan bakar padatnya dapat dipakai berulang-ulanng.
b.      Orbiternya dapat digunakan sampai 100 kali
c.       Pemeriksaan peralatan dapat lebih singkat
d.      Mempunyai ruang muatan, ynag dapat dipergunakan untuk membawa muatan atau komponen-komponen yang dapat diperlukan untuk reparasi satelit dan dapat dipakai sebagai tempat eksperimen.
e.       Dapat tinggal lanmdas seperti kapal terbang, karena dilengkapi dengan sayap delta.
Perawat antariksaulang alik dirancang untuk melaksanakan pekerjaan. Mengoprasika laboratorium serbaguna SPACELAB yanbg akan melakukana eksperimen dalam bidang farkomologi samapai kristalografi dalam keadaan tanpa bobot.
E.     Penerapan Hasil Penemuan Ipa Dalam Konsep Teknologi
Dimuka telah dibicarakan bahwa ilmu pengetahuan alam mempunyai peranan penting dalam perkembangan teknologi. Tetapi dalam berbagai masalah teknologi terdapat yang tidak dijumpai dalam ilmu pengetahuan alam, yaitu masalah mengambil keputusan. Masalah serupa ini dijumpai dalam perencanaan-perencanaan atau pembuatan suatu desain. Dalam pengambilan suatu keputusan, disertakan pula berbagai persyaratan pengambilan keputusan ini mengandung 4 unsur yaitu :
1.       Model
Model adalah suatu pengambaran permasalahan secara kuantitatif. Model dapat digunakan sebagai petunjuk bagi usaha-usaha penelitian atau penyelesaian suatu masalah. Sering kali model-model matematika dikembangkan untuk mempelajari perkiraan-perkiraan yang diramalkan atau perubahan-perubahan yang perlu diperhatikan dalam menilai suatu model.
a.       Pertama realisme menyangkut seberapa jauh model matematis itu bila diterjemahkan ke dalam kata-kata, benar-benar sesuai dengan konsep yang diwakilinya.
b.      Kedua ketetapan, yakni kemampuan model itu diramalkan perubahan-perubahan yang bakal terjadi.
c.       Ketiga generalitas yakni seberapa jauh model dapat digunakan dalam situasi berbeda.
2.       Kriteria
Kriteria adalah persyaratan yang menggambarkan tujuan atau sasaran dalam pengambilan keputusan. Dalam suatu desain, terdapat sasaran-sasaran yang merupaka tujuan poko dari desain tersebut. Missal untuk membuat desain pesawat, dipilih daya angkut yang besar dan kecepatan yang tinggi.
3.       Kendala
Kendala atau pembatasan adalah faktor-faktor yang harus diperhitungkan dalam desain atau pengambilan keputusan. Missal dalam desain kendaraan angkut, syarat pencemaran harus sekecil mungkin
4.      Optimasi
Optimasi adalah mencapai solusi terbaik, bila masalah tersebut telah dirumuskan dalam bentuk model dengan memperhatikan sarana dan perhitungan kendala. Contoh permasalahan dimana pendekatan ini digunakan adalah dalam masalah transportasi, industry, perencanaan dalam desain dan sebagainya.
Manfaat teknologi bagi kehidupan masyrakat, Hasil teknologi telah merasuk dalam kehidupan manusia sehari-hari sehingga orang menganggapnya sebagai suatu yang lumrah. Jika dahulu orang harus menempuh jarak antara jakarta-London dalam waktu beberapa tahun kini dapat ditempuh dalam waktu 20 jam saja. Sedangkan di bidang energi, manusia telah dapat memecahkan masalah dengan memanfaatkan cahaya matahari untuk membangkitkan tenaga listrik secara langsung.

BAB III
KESIMPULAN
Perkembangan pengetahuan sudah dimulai sejak zaman purba, hal tersebut disebabkan karena manusia memiliki rasa ingin tahu yang terus berkembang, sehingga pada zaman Yunani manusia sudah mulai menggunakan metode ilmiah yang tidak hanya mengandalkan rasio semata tetapi juga harus dengan pengalaman empirik sehingga apa yang mereka dapatkan dapat dibuktikan dan diterima oleh umum. 
Kelahiran ilmu alamiah modern mungkin saja terjadi pada zaman Yunani, karena pada zaman inilah pendekatan kebenaran tertumpu pada rational approach and empiric approach, yang selanjutnya menjadi cikal bakal perkembangan Ilmu Pengetahuan yang pesat pada zaman modern. Pada tahun 1925 M laboratorium dasar modern pertama dibangun di Universitas Glessen oleh Baron Jusius Bon Leibig sehingga sejumlah besar senyawa kimia bernilai niaga ditemukan dan dasar industry batu bara dan bahan celup dilotakkan.












DAFTAR PUSTAKA
Aly, Abdullah, Eny Rahma, Ilmu Alamiah Dasar, Bumi Aksara, Jakarta: 1994.
Herabudin, Ilmu Alamiah Dasar (IAD), Putaka setia, Bandung
perkembangan ilmu pengetahuan alam.htm, 05 september 2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar